Rabu, 02 November 2016

Simpan atau Buang?

Pernahkah kalian berpikir bahwa ingatan lama itu harus di hapus? Seperti ibarat sebuah barang yang telah anda jaga lalu kemudian anda merasa bosan atau rusak lalu anda ingin membuangannya? Pasti ada rasa antara tega atau tidak. Terkadang anda berpikir "ah disimpan sajalah mungkin lain waktu bisa digunakan lagi" atau "yasudahlah di buang saja nanti kalau perlu tinggal beli lagi yang baru".

Tipe A: Untuk beberapa orang yg mengganggap "Sebuah Kenangan" itu berharga walaupun itu kenangan pahit adalah penting. Dengan kejadian itu orang tersebut dapat belajar untuk kedepannya. Waktu yang tidak dapat di ulang kembali sampai akhirnya orang tersebut enggan membuang kenangan pahit itu. Mereka memang tidak membuat kenangan pahit itu TAPI mereka letakkan di posisi paling dasar dan bawah sekali di memory mereka. Contoh kasus diatas adalah tipikal orang yang menghargai Waktu dan Kesempatan walaupun itu sebuah kejadian yang pahit.

Tipe B: Adapula orang yg tega menghapus "kenangan pahit" tersebut demi kehidupan kedepannya yang lebih baik. Tapi mereka tidak menghargai arti waktu dan kesempatan yang sesungguhnya. Mereka memang tidak peduli akan pahit yang mereka sudah rasakan

Coba kalau kalian para "Pembaca" tipikal orang yang bagaimana? Termasuk yang tipe A atau tipe B?



#Googledrive




Tangerang, 2 November 2016
Bustaniyahr

Sabtu, 15 Oktober 2016

Pemikiran Anak kecil mengenai Politik



Hari ini dimana saya melakukan kegiatan Rutinitas saya di hari kamis, yaitu mengajar di sebuah sekolah ternama di kawasan Depok, Jawa Barat. Sekolah yang cukup bebas menurut saya karena di setiap hari kamis mereka berseragam memakai batik sekolah ditambah dengan Celana Jeans berwarna biru. konsep seragam yang sama untuk laki - laki maupun Perempuan disekolah itu. 

Kegiatan hari ini adalah kelas teori dimana semua murid- murid saya dan teman saya dikumpulkan di sebuah ruangan yang cukup besar dan disitu terdapat sebuah Papan Tulis dan Piano. Kelas akan segera kami mulai. Pertama Teman saya akan memainkan lagu "Do Re Mi" lalu saya dan anak- anak akan bertepuk tangan mengikuti kecepatan lagu tersebut. Mereka sangat antusias mengikuti sesi kelas yang kami buat. Setelah itu lanjut ke pelajaran teori musik. Belajar mengenai jenis- jenis Not seperti Semi breve Not, Minim Not dan Crotchet not. disela- sela mereka sedang menulis saya menegur salah satu murid saya yang bernama Akiko. Seorang anak Perempuan berusia 9 tahun dan memiliki tubuh yang sangat kecil dibandingkan dengan anak seusinya.

Ini Pembicaraan saya dengannya :

Saya : kiko, kamu makan yang banyak ya supaya cepat besar. kalau tidak saat musim hujan angin seperti ini kamu akan tertiup angin loh..

A: biarin aja miss, makanya aku pilihnya Prabowo.

Saya : Loh, Apa hubungannya kamu makan yang banyak dengan Prabowo? miss jadi bingung

A: nih ya miss, Prabowo itu kan Gemuk orangnya sedangkan Jokowi itu kurus. Jadi Prabowo tidak akan tertiup angin dan Jokowi pasti akan tertiup angin

Saya : Oh gitu, lalu?

A: Prabowo juga punya kuda loh miss dan kudanya banyak sekali, kalau jokowi tidak punya. makanya aku nanti mau pilih Prabowo saja. 

Saya : memangnya akiko bisa main kuda?

A: Nggak bisa miss, makanya nanti aku mau minta di ajarkan oleh Prabowo cara main kuda. kan biar keren dan fancy miss.

(dalam benak saya), Dasar anak kecil korban Sinetron dan berita politik.

Saya : Loh memangnya akiko sudah bisa ikutan pemilu nanti?

: Belum bisalah miss, tapi kan aku sudah tau jadi nanti kalau aku sudah besar seperti miss tania aku bisa pilih.


...
...
...
...
...
...


Entah apa yang menjadi seorang anak kecil dapat berbicara politik. mungkin karena orang tuanya sering membicarakan hal politik dirumah lalu sang anak mendengarkan pembicaraan tersebut. atau bisa jadi memang anak tersebut mengenal sosok "Prabowo" itu. Apapun bisa terjadi saat ini. Tumbuh Kembang anak diusia seperti Akiko ini sangat baik. dimana dia akan cepat menyerap apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia rasakan dengan sistem pembelajaran "Sosial Learning" Konsep dari Tokoh Bandura.

Bagi saya yang saat ini sedang berkuliah mengambil Ilmu Psikologi, Hal itu tidak apa- apa Asalkan hal yang dia dapatkan itu berbentuk hal positif. saya membebaskan semua murid- murid saya untuk belajar apa yang mereka suka. tidak saya batasi atau dsb. Asalkan Mereka belajar dalam hal Positif dan Selaluu didampingi oleh orang tua saat mempelajari sesuatu yang bisa dibilang berbahaya atau dapat membahayakan dirinya dan sekitar itu sudah cukup. 

Terkadang bagi saya yang membingungkan, Seorang anak kecil saja sudah tau dan sudah dapat menunjukan betapa pedulinya mereka dengan politik. tapi saya yang sudah besar seperti ini dan sudah dapat mengikuti pemilu saja masih tetap tidak peduli dengan politik yang ada di negeri ini. hal ini mengingatkan saya saat berbicara dengan sepupu saya yang kecil 3 minggu yang lalu.

Saya : Ucin, katanya mau sholat ashar, tapi ini sudah mau masuk waktunya sholat magrib

U : gak apa- apa kak amie, ucin mau sholat asharnya sekarang lalu ucin sholat magrib terus sambil nunggu sholat isya ucin mau istikhoroh dulu

Saya : Istikhoroh mau ngapain cin? memangnya ucin lagi bingung sama apaan?

U : Ucin mau Sholat istikhoroh biar allah kasih ucin petunjuk nanti ucin mau pilih siapa presidennya?

(Dalam Benak) Ini anak tumben- tumbenan sholat, gak ada hujan gak ada angin dia mau sholat. pake segala mau sholat Istikhoroh pula. Berat memang hidup ini.

U : yaudah kak amie, ucin sholat dulu ya.. kak amie jangan gangguin ucin dulu. 




...
...
...
...
...
...



Bustaniyahr
Tangerang, 15 Oktober 2016

Rabu, 27 Juli 2016

Dibalik arti "SAKIT"

Kalo ditanya "emg gak capek minum obat trs sm cek up trs?", ya capek lah. Tp hal yg selalu gue inget kalo lg kumat itu..

Orang yg sakit itu dijaga 4 malaikat. Malaikat yg pertama: mengambil kekuatan kita, sehingga kita menjadi lemah. Malaikat yg kedua: mengambil selera makan kita. Malaikat yg ketiga: mengambil cahaya terang wajah kita sehingga menjadi pucat pasih. Malaikat yg keempat: mengambil seluruh dosa kita. Dan ketika kita sembuh dr sakit kita, Allah mengembalikan seluruh apa yg diambil KECUALI dosa kita. Dan Allah bilang 'Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut'.

See, adil kan!




-Bustaniyahr, 28 Juli 2016-

Senin, 18 Juli 2016

Orang Indonesia Tulen Vs Orang Chinnese

Berdasarkan Kisah Nyata..


sekitar bulan Maret 2016, seseorang tetanggaku bertanya kepadaku. saya (X) dan Tetangga (Y)

Y: Beli apa kak?
X: Beli gado- gado bu.
Y: Eh ini kan anaknya ibu ****** ya yg kuliah di "BU" ?
X: Iya bu, memangnya ada apa ya?
Y: gimana kuliah disana? maksudnya dengan lingkungan disana?
X: Baik aja koq bu.
Y: Kuliah pakai jilbab? Gapapa kan?
X: Alhamdulillah, Saya kuliah pakai jilbab, memangnya kenapa ya bu?
Y: kan banyak chinnese disana, apa gk aneh?
X: memang disana mayoritas chinnese tapi udah bnyak koq yg pakai jilbab.
Y: Oh gtu ya kak, yaudah ibu duluan ya..


Lalu pada hari ini tadi mamaku pergi bersama rombongan tetangga yg tergabung dalam kelompok pengajian dan mama bertanya kepada ibu Y.

Mama: anaknya dapat kuliah dmana? jadi di "BU" ??
Y: nggak jadi bu, anaknya takut soalnya disana orang cina semua.
Mama: terus sekarang dimana?
Y: jadinya di Kampus "EU", padahal kan keluarga saya dari kemanggisan, bisa aja tuh dapat diskonan karena rumahnya di wilayah "BU".
Mama: oh gtu.



Yang menjadi pemikiran saya, Apakah sebegitu takutnya orang indonesia tulen dengan orang cina? Masalahkah dengan Jilbab? Saya berpikir buat apa kita merasa terganggu, takut dsb ?? memangnya mereka penjajah? memangnya mereka itu iblis? Dajjal? atau malah malaikat pencabut nyawa??.

Indonesia adalah negara yg demokratis. "Bhinneka Tunggal Ika", Negara yg terdiri dari Ribuan pulau, Sekian banyak Suku, Ras, Agama, Bangsa dan merupakan Lokasi yang strategis bagi Pasar Perekonomian. sudah dari lama sebelum Jaman Orde Baru (Kejadian 1998) kita sudah hidup berdampingan dengan orang cina tapi kenapa sampai sekarang kalian takut dengan mereka??

Puji Tuhan saya memiliki keluarga yg demokratis dan penuh toleransi. tak ada saya dilarang berteman dengan orang cina atau orang apapun. bagi saya saat ini mereka sama saja dengan kita (Para orang indonesia tulen). biarkan mata mereka Sipit Kalau kata Ernest Prakasa "Melek aja ngirit" tapi mereka tetap warga indonesia.

Salahkan Kalau Ibukota Indonesia yang mempunyai sejarah sekian lama dipimpin oleh Orang Indonesia tulen lalu sekarang di pimpin oleh orang chinnese??

Menurut Saya, Seharusnya Orang Indonesia tulen itu bisa belajar dengan mereka (Para Orang Chinnese). Mereka memiliki Ketegasan, Tata Krama, Keuletan dan kegigihan, Budaya, Kepatuhan, Tanggung jawab serta yang terpenting adalah POLA PIKIR mereka itu untuk maju. Mereka itu Berpikir bahwa Masa Lalu yg kelam itu hanya yg boleh merasakan oleh mereka. Tidak untuk Generasi penerus mereka. Mereka menjadikan Masa lalu itu Pembelajaran untuk Maju Kedepan dengan Seluruh kerja keras mereka. Tapi apa yg kita lihat kalau dari orang indonesia Tulen??

Pernahkah kalian berpikir banyak orang indonesia tulen itu "Udik" berpikir bahwa Masa lalu memang kelam tapi apa boleh buat, Sekarang ya Sekarang dan Besok ya Besok..
Ada Rezeki Sekarang yg berlebih yaudah di gunain sekarang aja selagi bisa, Untuk besok pasti ada lain lagi untuk besok. Hanya Bisa meratapi nasib, Punya Pemikiran Mau Maju tapi tidak ada Actionnya untuk merealisasikan hal itu.

Saat orang Chinnese berhasil, kita para orang indonesia tulen hanya bisa Gigit jari meratapi nasib atau malah hanya bisa Menghancurkan apa yang telah di bangun oleh orang cina itu tapi pada dasarnya orang tsb ikutan menikmati hasil jerih payah orang chinnese. Apakah orang Indonesia tulen hanya Memiliki Gengsi dan Ego yg besar? Amarah dan Emosi di kedepankan? Berpikir itu perlu Otak yang adem bukan Berpikir menggunakan Emosi.

Pernahkah kalian melihat di acara Demo di depan gedung MPR atau Gedung Kepresidenan Yang berdemo itu orang indonesia tulen, Kemana orang chinnese selama mereka berdemo?? Orang Chinnese malah tetap sibuk bekerja, Berusaha untuk maju tanpa terpengaruh oleh apapun itu demo. Orang Indonesia tulen hanya bisanya Komplain dan Komplain, Sedangkan Orang Chinnese beranggapan "Selagi itu tidak Mengganggu aktivitas saya, Buat apa saya ikutan demo".



*Jangan Diambil Hati, Tapi Ambilah untuk diolah di Pikiran Kalian masing- Masing dan Belajar untuk kebaikan dengan Melihat orang Chinnese (Sosial Learning- Albert Bandura).






-Bustaniyahr, 18 Juli 2016, Tangerang-

Rabu, 22 Juni 2016

Banci

Hari ini seperti biasa aku pulang kuliah naik kereta commuterline. cukup jarang aku pulang di jam 3 sore karena biasanya aku naik commuterline di jam 6 sore.

entah apa yang membuatku tergugah membuat tulisan ini.

"Banci" yaa makhluk ini yg aku temui barusan di gerbong keretaku. cukup banyak jumlah banci yang ada di gerbong ini. aku memulai perjalanan dari stasiun palmerah. ku perhatikan setiap stasiun ada saja sekitar 3 orang banci turun. mulai dari stasiun kebayoran lama, Next stasiun pondok ranji, Stasiun Jurang mangu hingga di stasiun sudimara tempatku turun ada sekitar 4 banci yang turun bersamaan denganku.

aku sempat memperhatikan kegiatan mereka di gerbong ini. mulai dari mengobrol sesama banci, ada yang sambil menyisir rambut panjangnya dan ada juga yang sambil mendengarkan musik menggunakan earphone dari gadget mereka.

tiba- tiba aku teringat ucapan salah satu teman yg kebetulan eilfeel dengan banci. setiap ketemu banci atau baru mendengar musik dangdut khas mereka mantanku ini langsung ketakutan, kabur dan berusaha mencari tempat bersembunyi. dia sempat mengatakan bahwa Allah SWT itu menciptakan manusia laki- Laki dan perempuan. lalu banci itu jenis kelaminnya apa? absurd, berarti dia bukan ciptaan Allah.

1 yang aku kagumi dari obrolan para banci di kereta tadi adalah salah satu dari mereka mengatakan "eh gw puasa nih, ntar buka puasa pakai apa ya?". aku baru sadar ternyata mereka aja yang jenis kelaminnya absurd masih mempunyai iman dan masih menjalankan perintah agama.

Bagaimana dengan kalian yang jenis kelaminnya jelas? Apakah kalian masih mempunyai iman dan apakah kalian masih menjalankan perintah agama kalian?





-Bustaniyahr-
22 Juni 2016

Jumat, 20 Juni 2014

Keluarga

Keragaman Bentuk Keluarga
       Dibeberapa masyarakat, suami dan istri hidup di gedung terpisah, mereka hidup terpisah untuk beberapa tahun setelah melahirkan anak
       Pada beberapa masyarakat, suami mendapat izin untuk memiliki lebih dari satu istri
       Di beberapa negara, istri boleh memiliki beberapa suami
       Beberapa kebudayaan mengizinkan (dan beberapa mendorong) pranikah dan hubungan luar nikah
Fungsi Sosial Keluarga
       Pengganti populasi
       Peduli pada yang muda
       Sosialisasi terhadap anggota baru
       Regulasi dari prilaku seksual
       Sumber kasih sayang
Teori Konflik Sosial
       Kompetisi (kelangkaan sumberdaya seperti makanan, kesenangan, partner seksual, dan sebagainya). Dasar interaksi manusia bukanlah konsensus seperti yang ditawarkan fungsionalisme, namun lebih kepada kompetisi
       Terdapat ketidaksamaan struktural dalam hal kekuasaan
       Individu dan kelompok yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal
       Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari konflik antara keinginan (interest) yang saling berkompetisi dan bukan sekadar adaptasi
Contoh-Contoh Konflik dalam Keluarga
       Konflik peran suami dan istri di dalam keluarga
       Konflik komunikasi antara suami dan istri atau antara orangtua dan anak
       Konflik kelas dalam masyarakat (kelas gender; kelas sosial ekonomi)
       Konflik antara keluarga inti dan keluarga luasnya
Tahap Perkembangan Keluarga menurut Spradley
  1. Pasangan baru (keluarga baru)
  2. Membina hubungan dan kepuasan bersama
  3. Menetapkan tujuan bersama
  4. Mengembangkan keakraban
  5. Membina hubungan dengan keluarga lain, teman, kelompok sosial
  6. Diskusi tentang anak yang diharapkan 
Fase Pertumbuhan Keluarga
  1. Fase membangun
  2. Fase memelihara atau mempertahankan
  3. Fase mempersiapkan
  4. Fase menikmati
Terapi Keluarga
       Multiple Family Therapy
       Multiple impact Therapy
             Network Therapy

Domain Kehidupan Manusia : Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan

Perspektif Sosiologis Pendidikan

· Pandangan Fungsionalis

- Fungsi Manifest meliputi: 


  • Transmisi pengetahuan 
  • Penganugerahan status 

- Fungsi laten meliputi:

  • mengirimkan budaya 
  • Mempromosikan integrasi sosial dan politik 
  • Mempertahankan kontrol sosial 
  • Menjabat sebagai agen perubahan

· Pandangan Konflik
- Kurikulum Tersembunyi
  • Standar perilaku yang dianggap tepat oleh masyarakat diajarkan halus di sekolah 
- kredensialisme
  • Peningkatan tingkat terendah pendidikan yang dibutuhkan untuk memasuki lapangan

· Pandangan Interaksionis
- Pelabelan dan self-fulfilling nubuat menyarankan jika kita memperlakukan orang dengan cara tertentu, mereka dapat memenuhi harapan kita

Sekolah sebagai Organisasi Formal

· Birokratisasi Sekolah
- Weber mencatat lima karakteristik birokrasi:
  • Pembagian kerja 
  • Hirarki kewenangan 
  • Aturan dan peraturan tertulis 
  • Sifat umum 
  • Kerja berdasarkan kualifikasi teknis

· Homeschooling
- Lebih dari 1,6 juta anak-anak belajar di rumah
  • Alternatif yang baik untuk anak-anak dengan ADHD dan LD 
  • Lacks standar seragam yang universal dari negara ke negara 
  • Anak-anak belajar di rumah penelitian menunjukkan skor lebih tinggi pada tes standar 
  • Beberapa teori menyebutkan kurangnya keterlibatan sosial sebagai masalah dengan home schooling
Kebijakan Sosial dan Pendidikan

· No Child Left Behind Program
- Isu 
  • Pada tahun 2001, No Child Left Behind (NCLB) ditetapkan oleh Kongres 
  • Pada pertengahan tahun 2005, Utah mengancam untuk memilih kami 
  • 37 negara lainnya menuntut perubahan besar
- Setting 
  • Sekolah yang dikelola secara lokal dan keuangan dengan beberapa bantuan federal dan negara 
  • 1990 menetapkan standar pendidikan nasional 
  • Pada pertengahan tahun 2005, Utah mengancam untuk memilih kami 
  • 37 negara lainnya menuntut perubahan besar 
  • Amerika bersikeras mereka membutuhkan dana lebih federal yang

Perspektif Sosiologis Pada Kesehatan dan Penyakit
· Kesehatan: "Negara lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial, dan bukan hanya tidak adanya penyakit dan kelemahan" (Leavell dan Clark 1965:14)

Pendekatan Fungsionalis

· Sakit harus dikontrol sehingga tidak terlalu banyak orang yang dibebaskan dari tanggung jawab sosial mereka

Pendekatan Konflik

· Medikalisasi masyarakat: Tumbuh peran obat sebagai lembaga utama kontrol sosial

Perspektif Sosiologis Tentang Lingkungan

· Masalah Lingkungan 
  • polusi udara 
  • polusi air 
  • Pemanasan global

Dampak Globalisasi

· Globalisasi bisa baik dan buruk bagi lingkungan

  • Industrialisasi meningkatnya polusi 
  • Perusahaan multinasional memiliki insentif untuk hati-hati mempertimbangkan biaya sumber daya alam 
  • Pengungsi lingkungan adalah salah satu refleksi dari interaksi antara globalisasi dan lingkungan.
 
 
 
Referensi:
http://binusmaya.binus.ac.id, di posting pada may, 14, 2014.