Jumat, 20 Juni 2014

Keluarga

Keragaman Bentuk Keluarga
       Dibeberapa masyarakat, suami dan istri hidup di gedung terpisah, mereka hidup terpisah untuk beberapa tahun setelah melahirkan anak
       Pada beberapa masyarakat, suami mendapat izin untuk memiliki lebih dari satu istri
       Di beberapa negara, istri boleh memiliki beberapa suami
       Beberapa kebudayaan mengizinkan (dan beberapa mendorong) pranikah dan hubungan luar nikah
Fungsi Sosial Keluarga
       Pengganti populasi
       Peduli pada yang muda
       Sosialisasi terhadap anggota baru
       Regulasi dari prilaku seksual
       Sumber kasih sayang
Teori Konflik Sosial
       Kompetisi (kelangkaan sumberdaya seperti makanan, kesenangan, partner seksual, dan sebagainya). Dasar interaksi manusia bukanlah konsensus seperti yang ditawarkan fungsionalisme, namun lebih kepada kompetisi
       Terdapat ketidaksamaan struktural dalam hal kekuasaan
       Individu dan kelompok yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal
       Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari konflik antara keinginan (interest) yang saling berkompetisi dan bukan sekadar adaptasi
Contoh-Contoh Konflik dalam Keluarga
       Konflik peran suami dan istri di dalam keluarga
       Konflik komunikasi antara suami dan istri atau antara orangtua dan anak
       Konflik kelas dalam masyarakat (kelas gender; kelas sosial ekonomi)
       Konflik antara keluarga inti dan keluarga luasnya
Tahap Perkembangan Keluarga menurut Spradley
  1. Pasangan baru (keluarga baru)
  2. Membina hubungan dan kepuasan bersama
  3. Menetapkan tujuan bersama
  4. Mengembangkan keakraban
  5. Membina hubungan dengan keluarga lain, teman, kelompok sosial
  6. Diskusi tentang anak yang diharapkan 
Fase Pertumbuhan Keluarga
  1. Fase membangun
  2. Fase memelihara atau mempertahankan
  3. Fase mempersiapkan
  4. Fase menikmati
Terapi Keluarga
       Multiple Family Therapy
       Multiple impact Therapy
             Network Therapy

Domain Kehidupan Manusia : Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan

Perspektif Sosiologis Pendidikan

· Pandangan Fungsionalis

- Fungsi Manifest meliputi: 


  • Transmisi pengetahuan 
  • Penganugerahan status 

- Fungsi laten meliputi:

  • mengirimkan budaya 
  • Mempromosikan integrasi sosial dan politik 
  • Mempertahankan kontrol sosial 
  • Menjabat sebagai agen perubahan

· Pandangan Konflik
- Kurikulum Tersembunyi
  • Standar perilaku yang dianggap tepat oleh masyarakat diajarkan halus di sekolah 
- kredensialisme
  • Peningkatan tingkat terendah pendidikan yang dibutuhkan untuk memasuki lapangan

· Pandangan Interaksionis
- Pelabelan dan self-fulfilling nubuat menyarankan jika kita memperlakukan orang dengan cara tertentu, mereka dapat memenuhi harapan kita

Sekolah sebagai Organisasi Formal

· Birokratisasi Sekolah
- Weber mencatat lima karakteristik birokrasi:
  • Pembagian kerja 
  • Hirarki kewenangan 
  • Aturan dan peraturan tertulis 
  • Sifat umum 
  • Kerja berdasarkan kualifikasi teknis

· Homeschooling
- Lebih dari 1,6 juta anak-anak belajar di rumah
  • Alternatif yang baik untuk anak-anak dengan ADHD dan LD 
  • Lacks standar seragam yang universal dari negara ke negara 
  • Anak-anak belajar di rumah penelitian menunjukkan skor lebih tinggi pada tes standar 
  • Beberapa teori menyebutkan kurangnya keterlibatan sosial sebagai masalah dengan home schooling
Kebijakan Sosial dan Pendidikan

· No Child Left Behind Program
- Isu 
  • Pada tahun 2001, No Child Left Behind (NCLB) ditetapkan oleh Kongres 
  • Pada pertengahan tahun 2005, Utah mengancam untuk memilih kami 
  • 37 negara lainnya menuntut perubahan besar
- Setting 
  • Sekolah yang dikelola secara lokal dan keuangan dengan beberapa bantuan federal dan negara 
  • 1990 menetapkan standar pendidikan nasional 
  • Pada pertengahan tahun 2005, Utah mengancam untuk memilih kami 
  • 37 negara lainnya menuntut perubahan besar 
  • Amerika bersikeras mereka membutuhkan dana lebih federal yang

Perspektif Sosiologis Pada Kesehatan dan Penyakit
· Kesehatan: "Negara lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial, dan bukan hanya tidak adanya penyakit dan kelemahan" (Leavell dan Clark 1965:14)

Pendekatan Fungsionalis

· Sakit harus dikontrol sehingga tidak terlalu banyak orang yang dibebaskan dari tanggung jawab sosial mereka

Pendekatan Konflik

· Medikalisasi masyarakat: Tumbuh peran obat sebagai lembaga utama kontrol sosial

Perspektif Sosiologis Tentang Lingkungan

· Masalah Lingkungan 
  • polusi udara 
  • polusi air 
  • Pemanasan global

Dampak Globalisasi

· Globalisasi bisa baik dan buruk bagi lingkungan

  • Industrialisasi meningkatnya polusi 
  • Perusahaan multinasional memiliki insentif untuk hati-hati mempertimbangkan biaya sumber daya alam 
  • Pengungsi lingkungan adalah salah satu refleksi dari interaksi antara globalisasi dan lingkungan.
 
 
 
Referensi:
http://binusmaya.binus.ac.id, di posting pada may, 14, 2014.

GLOBALISASI, TEKNOLOGI, MEDIA MASSA, DAN PERUBAHAN SOSIAL

Teori – Teori Perubahan Sosial

  • Teori Evolusi: Tampilan masyarakat sebagai penggerak dalam arah tertentu, umumnya maju ke tingkat yang lebih tinggi
  • Comte melihat masyarakat bergerak maju dalam pemikiran mereka dari mitologi dengan metode ilmiah
  • Durkheim dipertahankan masyarakat berkembang dari yang sederhana sampai bentuk yang lebih kompleks organisasi sosial
  • Teori Fungsionalis: Fokus pada apa yang memelihara sistem, bukan apa perubahan itu
  • Model keseimbangan: Sebagai perubahan terjadi di salah satu bagian dari masyarakat, harus ada penyesuaian di bagian lain
  • Empat proses perubahan sosial Parsons’: 
  1. dierensiasi
  2. upgrade Adaptive 
  3. pencantuman 
  4. Nilai generalisasi

  • Teori Konflik: Perubahan diperlukan untuk memperbaiki ketidakadilan sosial dan ketidaksejateraan 
  • Marx berpendapat bahwa dengan evolusi sosial, setiap tahapan bukanlah perbaikan yang tak terelakkan atas sebelumnya

Perubahan Sosial

  • Perubahan sosial tidak selalu mengikuti periode disintegrasi internal
- Waktu yang dramatis dalam sejarah untuk mempertimbangkan perubahan sosial global

Resistensi terhadap Perubahan Sosial

  • Faktor Ekonomi dan Budaya
- Upaya untuk mempromosikan perubahan sosial cenderung untuk bertemu dengan resistensi
  • Vested Minat: orang atau kelompok yang akan menderita jika terjadi perubahan sosial 
  •  Budaya Lag: periode ketidakmampuan ketika kebudayaan nonmaterial masih berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi materi baru
  • Luddites: Menanggapi Revolusi Industri, beberapa kelompok menggerebek pabrik dan menghancurkan mesin
Teknologi dan Masa Depan

  • Teknologi: Informasi tentang bagaimana menggunakan sumber-sumber materi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia
  • Teknologi Komputer
  •  Dekade terakhir menyaksikan ledakan teknologi komputer di AS dan di seluruh dunia
  • Perkiraan mengatakan Internet mencapai 1,1 miliar orang 
  • Bioteknologi: Memegang sendiri keluar sebagai benar-benar bermanfaat bagi manusia, tetapi membutuhkan pemantauan konstan
- Pemilihan jenis kelamin janin
- Kloning domba dan sapi
- Rekayasa genetika

Kebijakan Sosial dan Perubahan Sosial

  • Transnasional
- Pekerjaan rendah-upah di AS mewakili $ 300.000 setara dengan insentif ekonomi untuk imigran dari negara-negara berkembang
- Bahkan pekerja migran sangat terampil menikmati hak-hak jauh lebih sedikit daripada pekerja asli

  • Seting
- Pasar tenaga kerja yang semakin global
- Globalisasi memiliki pasar tenaga kerja nasional diskrit terpadu
- Transnasional: imigran yang mempertahankan beberapa hubungan sosial yang menghubungkan masyarakat asal mereka dengan masyarakat pemukiman

  • Wawasan Sosiologis
- Teknologi baru mempercepat gerakan transnasional pekerja
- Fungsionalis melihat aliran bebas imigran sebagai jalan bagi ekonomi untuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja manusia
- Teori konflik mengklaim globalisasi meningkatkan jurang ekonomi antara negara maju dan berkembang
- Interaksi tertarik dalam hubungan sehari-hari antara perusahaan-perusahaan transnasional dan orang-orang di sekitar mereka.





Refrensi:
http://binusmaya.binus.ac.id, di pos pada may, 31, 2014

KOLONIALISME DAN PERKEMBANGAN

KOLONIALISME

Kata "koloni" berasal dari bahasa Latin "colonia" yang artinya "tanah, tanah pemukinan atau jajahan".
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.


DEFINISI KOLONIALISME :

Collins English Dictionary mendefinisikan kolonialisme sebagai "kebijakan dan praktek kekuatan dalam memperluas kontrol atas masyarakat lemah atau daerah." 
The Merriam-Webster Dictionary menawarkan empat definisi, termasuk "karakteristik sesuatu koloni" dan "kontrol oleh satu kekuatan di daerah yang bergantung atau orang-orang ". The Encyclopedia 2.006 Stanford Filsafat "menggunakan istilah 'kolonialisme' untuk menggambarkan proses penyelesaian Eropa dan kontrol politik atas seluruh dunia, termasuk Amerika, Australia, dan sebagian Afrika dan Asia." Ini membahas perbedaan antara kolonialisme dan imperialisme dan menyatakan bahwa "mengingat kesulitan konsisten membedakan antara dua istilah, entri ini akan menggunakan kolonialisme sebagai suatu konsep umum yang mengacu pada proyek dominasi politik Eropa dari keenam belas hingga abad kedua puluh yang berakhir dengan gerakan-gerakan pembebasan nasional dari tahun 1960-an ". 

Dalam pengantarnya untuk Jürgen Osterhammel yang Kolonialisme: Sebuah Tinjauan Teoritis, Roger Tignor mengatakan, "Untuk Osterhammel, esensi kolonialisme adalah adanya koloni, yang secara definisi diatur berbeda dari wilayah lain seperti protektorat atau bola informal pengaruh." Dalam buku tersebut, Osterhammel bertanya, "Bagaimana bisa 'kolonialisme' didefinisikan secara independen dari 'koloni?'" Ia menempel pada definisi tiga-kalimat: Kolonialisme adalah hubungan antara mayoritas (atau paksa diimpor) adat dan minoritas penyerbu asing.


PERKEMBANGAN KOLONIALISME

Dalam sejarah perkembangan kolonialisme, politik kolonial modern mulai tumbuh semarak sejak Abad ke-16. Awal mula politik kolonialisme modern adalah berbagai penemuan besar yang dilakukan oleh para pedagang bangsa Barat (Eropa). Mereka haus dengan nama besar, kejayaan dan kekayaan. Bangsa yang dapat disebut sebagai koloniasator pertama adalah bangsa Inggris, Perancis, dan Belanda yang menguasai sebagian Amerika Utara, Hindia Barat, Hindia Muka, dan Hindia Timur. Sejak awal kemunculan politik kolonialisme bertujuan untuk menguras sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi perkembangan industri dan memenuhi kejayaan dari negara-negara yang melaksanakan politik kolonial tersebut. Mereka tidak pernah memperhatikan kesejahteraan dan pendidikan rakyat di daerah koloninya. Sehingga kehidupan rakyat di daerah-daerah koloni tetap miskin dan penuh penderitaan.
 
 
 




REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonialisme
http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-kolonialisme-apa-itu.html

Pernikahan Beda Agama dilihat dari Sisi Sosiologi dan Filsafat Manusia

PENGERTIAN

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.


Pernikahan Beda Agama
Perkawinan beda agama adalah perkawinan yang tidak sah menurut undang-undang.Serta akibat tehadap anak yang idlahirkan dari perkawinan beda agama tersebut terkait masalah kewarisan yaitu tidak ada hak kewarisan dari orang yang beda agama sehingga anak yang lahir dari perkawinan beda agama hanya bisa mendapatkan kewarisan melalui wasiat wajibah yang besarnya tidak boleh lebih dari 1/3.

 

Perspektif Sosiologi

Berikut ini beberapa perspektif dalam sosiologi.


1. Perspektif Evolusionis
Perspektif ini merupakan perspektif teoretis yang paling awal dalam sosiologi. Penganutnya adalah Auguste Comte dan Herbert Spencer. Perspektif ini memberikan keterangan yang memuaskan tentang bagaimana masyarakat manusia tumbuh dan berkembang.

2. Perspektif Fungsionalis
Masyarakat dilihat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja sama secara terorganisasi dan teratur, serta memiliki seperangkat aturan dan nilai yang dianut sebagian besar anggota masyarakat tersebut. Dengan demikian menurut pandangan perspektif ini, setiap kelompok atau lembaga melaksanakan tugas tertentu secara terus-menerus, karena hal itu fungsional. Sehingga, pola perilaku timbul karena secara fungsional bermanfaat dan apabila kebutuhan itu berubah, pola itu akan hilang atau berubah.

3. Perspektif Interaksionisme
Perspektif ini cenderung menolak anggapan bahwa fakta sosial adalah sesuatu yang determinan terhadap fakta sosial yang lain. Bagi perspektif ini, orang sebagai makhluk hidup diyakini mempunyai perasaan dan pikiran.
>>

4. Perspektif Konflik
Perspektif ini melihat masyarakat sebagai sesuatu yang selalu berubah, terutama sebagai akibat dari dinamika pemegang kekuasaan yang terus berusaha memelihara dan meningkatkan posisinya.


>> Dalam perkembangan ini di jelaskan bahwa manusia terus tumbuh dan berkembang. Semakin majunya jaman manusia juga akan semakin maju dan terus berkembang. jika di kaitkan dengan perkawinan beda agama. Perkawinan beda agama pada masa kini sudah lumrah karna perkawinan beda agama kini sah-sah saja walaupun melanggar undang-undang.Walaupun begitu kita tetap harus menghargai keputusan setiap orang, termasuk pada pasangan yang menikah beda agama. Karena mereka telah memikirkan banyak hal dengan sangat matang , sebab akan banyak konflik yang mereka temui dari berbagai aspek di lingkungan mereka nantinya.



MENURUT FILSAFAT MANUSIA

Pasangan yang melakukan pernikahan beda agama , biasanya mereka yang terlanjur mencintai pasangan. Sehingga mereka berusaha mencari solusi agar bisa terus bersama-sama dengan pasangannya tersebut, dengan cara pindah agama. Salah satu dari pasangan tersebut harus rela melepas agamanya baik itu untuk sementara maupun untuk selamanya. Sementara karena ada saja pasangan yang menikah beda agama tapi setelah resmi mereka kembali menjalani agama nya masing-masing, karena tidak semua orang mau melepaskan agamanya. Walaupun sebenarnya itu sudah resiko bagi pasangan yang menikah agama, mau tidak mau harus melepas agamanya dan menjadi seagama dengan pasangannya.













REFERENSI

http://alfinnitihardjo.ohlog.com/perspektif-dalam-sosiologi.oh112670.html,%20post%20on%20sep,%2026,%202010.
http://id.wikipedia.org/wiki/Nikah
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20309013-S42529-Perkawinan%20beda.pdf
 

Rabu, 11 Juni 2014

Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial

Perilaku kolektif adalah Perilaku yang relatif spontan dan tidak terstruktur dari sekelompok orang yang bereaksi terhadap pengaruh umum dalam situasi ambigu" (Smelser).

Muncul perspektif norma: Selama episode perilaku kolektif, definisi perilaku apa yang tepat atau tidak muncul dari kerumunan
Mencerminkan keyakinan bersama Dipegang oleh anggota kelompok.

Model nilai tambah: menjelaskan seberapa luas kondisi sosial yang berubah dalam pola tertentu ke dalam beberapa bentuk perilaku kolektif
-kondusifitas struktural
-regangan struktural
-keyakinan Generalized
-faktor pencetus
-Mobilisasi tindakan
-Latihan kontrol sosial

Assembling perspective: Meneliti bagaimana dan mengapa orang bergerak dari titik yang berbeda dalam ruang untuk lokasi umum
Periodic assemblies : Berulang, pertemuan yang relatif rutin seperti kelompok kerja, kelas kuliah, acara olahraga
Nonperiodic assemblies: meliputi demonstrasi, parade, dan pertemuan di acara-acara seperti kebakaran dan penangkapan.

-Crowd : Pengelompokan sementara orang di dekat yang berbagi fokus umum atau kepentingan.

-Bencana sering diidentikan dengan sesuatu yang buruk.

Mode: pola sementara perilaku yang melibatkan sejumlah besar orang.

Fashions : Massa menyenangkan keterlibatan yang menampilkan penerimaan oleh masyarakat dan kontinuitas sejarah.

Craze: keterlibatan massa yang menarik yang berlangsung selama jangka waktu yang relatif lama.

Panic: gairah takut atau kolektif penerbangan didasarkan pada keyakinan umum yang mungkin atau mungkin tidak akurat.

Rumor : Sepotong informasi yang dikumpulkan secara informal digunakan untuk menafsirkan situasi ambigu.
-Menyediakan grup Dengan keyakinan bersama
-Sarana beradaptasi dengan perubahan
-Memperkuat ideologi rakyat Dan kecurigaan media massa.

Public: kelompok tersebar orang, belum tentu berhubungan dengan satu sama lain, yang berbagi minat dalam masalah .
Opini publik: ekspresi sikap mengenai masalah-masalah kebijakan publik yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan.

Gerakan sosial: menyelenggarakan kegiatan kolektif untuk membawa atau menolak perubahan dalam kelompok atau masyarakat
-Gerakan sosial memiliki dramatis Berdampak pada perjalanan sejarah dan Evolusi struktur sosial
-Fungsionalis: berkontribusi pada pembentukan opini publik
-Semakin mengambil Dimensi internasional.


Perampasan Pendekatan Relatif

Kekurangan relatif: perasaan sadar negatif perbedaan antara harapan yang sah dan kegiatan saat ini.
-Sebelum ketidakpuasan disalurkan menjadi gerakan sosial, orang harus merasa mereka:
Memiliki hak untuk tujuan mereka
Merasa bahwa mereka tidak bisa mencapai tujuan Melalui cara konvensional.

-Mobilisasi sumberdaya : Cara gerakan sosial seperti memanfaatkan sumber daya sebagai uang, pengaruh politik, akses ke media, dan pekerja.
- Oberschall: untuk mempertahankan sebuah gerakan sosial, harus ada organisasi dasar dan kontinuitas kepemimpinan.
-Marx: pemimpin perlu membantu para pekerja mengatasi kesadaran palsu - sikap yang tidak mencerminkan posisi obyektif pekerja.



Gender dan Gerakan Sosial

Wanita merasa dianggap lebih sulit daripada laki-laki untuk Posisi kepemimpinan dalam organisasi gerakan sosial
Gender dapat mempengaruhi cara kita Melihat upaya terorganisir untuk membawa Tentang atau menolak perubahan.

-Gerakan sosial baru: kegiatan kolektif terorganisir yang mempromosikan otonomi, penentuan nasib sendiri, dan peningkatan kualitas hidup
-Gerakan sosial baru umumnya Tidak melihat pemerintah sebagai sekutu mereka.


Hak Penyandang Disabilitas

Menerapkan Sosiologi
Perspektif Pelabelan: ADA suatu framing signifikan dari masalah hak penyandang cacat
Negara-negara lain melihat cacat? Sebagai masalah hak
Teori konflik: ADA ( American with Disabilities Act ) adalah bagian dari 40 tahun gerakan hak-hak sipil
Interactionists: fokus pada hubungan sehari-hari orang-orang dengan dan tanpa cacat.







sumber : Slide BinusMaya Collective Behavior and Social Movements

Minggu, 23 Maret 2014

SENI

Apa itu Seni ???

Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan yang keberadaannya sangat diperlukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu kesenian mempunyai bidang-bidang cakupan yang cukup luas dan beragam.
Sementara itu menurut Richard L. Anderson seni mempunyai sifat umum yang dapat dijumpai dimanapun.
Sifat-sifat tersebut adalah:
1. mempunyai arti yang bermakna budaya, seperti menjadi sarana hubungan dengan kekuatan adikodrati, menjadi sarana komunikasi dan pendidikan,
2. memperlihatkan gaya, yaitu gaya yang dipandang sebagai tradisi milik bersama dalam suatu kebudayaan dan sebagai tanda agar seni dapat menyampaikan arti,
3. memerlukan kemahiran khusus untuk menghasilkan suatu karya seni sehingga seseorang seniman dapat dibedakan dari orang dewasa.
Sifat-sifat seperti tersebut kiranya juga dimiliki oleh kesenian yang hidup dan berkembang pada masa Jawa kuno.

Seni Pertunjukan adalah segala ungkapan seni yang substansi dasarnya adalah yang dipergelarkan langsung di hadapan penonton. Seni pertunjukan dapat dipilah menjadi tiga kategori yakni:
1. Musik (vokal, instrumental, gabungan)
2. Tari (representasional dan non-representasional)
3. Teater (dengan orang atau boneka/wayang sebagai dramatis personae).

Jagad seni adalah jagad refleksi kemanusiaan, sebuah dialektika tiada henti yang hanya akan berakhir pada saat sirnanya manusia dari atas bumi.
 Tentang mampu tidaknya pengarang menyelesaikan masalah yang hendak dipecahkannya itu, sudah tentu, bukan sesuatu yang ditentukan olehnya. Tetapi hal-ihwal yang menarik perhatiannya itu mempunyai hak sepenuhnya akan perhatian semua siswa mengenai masalah-masalah estetika, artinya, perhatian semua pihak yang menaruh minat pada seni, persajakan dan kesusasteraan. Semua mengakui tingginya arti-penting sejarah seni, terutama sejarah persajakan; karena demikian halnya, maka pertanyaan-pertanyaan: apakah seni itu? apakah persajakan itu? tidak bisa tidak mempunyai arti yang penting sekali.
Agak sulit rasanya untuk membicarakan perkembangan seni pertunjukan di Indonesia secara keseluruhan, sebab masing-masing kategori (musik, tari dan teater) memiliki karakter dan kekhasan tersendiri dan sangat kompleks.
Salah satu bentuk sejarah seni adalah Karya dari Soedarsono dalam Wayang Wong: The State Ritual Dance Dramain the Court of Yogyakarta.



Berikut ini beberapa pengertian seni yang dikemukakan oleh para tokoh / seniman :

Menurut  Aristoteles

“seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.”

Menurut Plato dan Rousseau

“seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.”

Everyman Encyklopedia

Menurut Everyman Encyklopedia, seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.

Ensiklopedi Indonesia

Di dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara berpendapat, seni adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan, dan bersifat indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia.

Akhdiat Karta Miharja

Akhdiat Karta Miharja berpendapat, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani.

Prof. Drs. Suwaji Bastomi

Hal senada diungkapkan oleh Prof. Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub dan haru.

Drs. Sudarmaji

Drs. Sudarmaji berpendapat, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang.

Nandawan L. Hasanah

Seni itu berupa ekspresi manusia yang berunsur kan keindahan yang diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati oleh kelima panca indera manusia

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa seni merupakan hasil aktivitas batin yang direfleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain. Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah kegiatan yang menghasilkan karya indah. Namun Definisi umum nya seni adalah segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia.

Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
  •     Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik,seni suara,dan seni sastra,puisi dan pantun
  •     Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art)) misalnya lukisan, poster,seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
  •     Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang,film .
Pembagian seni pun banyak sekali cabang nya contoh nya saja seni rupa dan seni satra lalu pembagian nya lagi seni rupa yang berupa trimatra dan dwimatra lalu cabang cabang selanjut nya yang mungkin tidak ada habis nya saya jelaskan dalam artikel ini ,

Tujuan Pengunaan Seni

Manusia sudah dapat memahami seni sejak zaman purba dahulu , kengunaan seni dulu sebagai penyampaian komunikasi berupa gambar kegiatan manusia purba ketika itu yang di gambar melalui media dinding goa berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba , seni dingunakan juga sebagai pemujaan antara alam dan makhluk nya sehingga seni di kaitkan sebagai hal magis dalam suatu kultur namun beda hal nya dengan seni di zaman  modern yang sudah  berkembang pesat dari nilai fungsi nya .

Kita sebut kan saja seni modern atau seni kontemporer , namun apa beda nya dengan fungsi seni terdahulu ? seni di zaman ini bersifat individu demi untuk kepuasan diri  atau mengexpresikan sesuatu hal tertentu dan bersifat komersil beda hal nya dengan seni yang terdahulu karena seni di saat itu hanya untuk sesama sebagai alat komunikasi antara dengan yang lain nya , seni modern ini juga berpengaruhi juga dari pengunaan nya yang dahulu nya media pengunaan berupa kanvas atau kertas sekarang mengunakan media eletronik atau digital hal ini membuat  banyak nya lahir nya teknik baru dalam seni kotemporer , hal ini juga mengubah cari pikir seniman / artis yang dahulunya suatu karya sebagai expresi diri dan sekarang karya sudah sebagai  pendapatan diri sendiri.



















Refrensi :
1.Sejarah kebudayaan dan sejarah seni: Sebuah review dan pemahaman singkat (2009). diunduh dari http://sejarawan.wordpress.com 23-03-2014

2. Pengertian Seni serta Penjelasannya (2013). di unduh dari http://www.notepedia.info 23-03-2014

Senin, 17 Maret 2014

ISLAM


Muslim (Arab: مسلم, Muslim) adalah secara harfiah berarti "seseorang yang berserah diri (kepada Allah)", termasuk segala makhluk yang ada di Langit dan bumi. Kata muslim kini merujuk kepada penganut agama Islam saja, kemudian pemeluk pria disebut dengan Muslimin (مسلمون) dan pemeluk wanita disebut Muslimah (مسلمة‎) adalah sebutan untuk wanita Islam.
Al Qur'an menjelaskan tentang semua Nabi dan Rasul adalah sebagai Muslim, dari Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Al Qur'an menyatakan bahwa mereka adalah Muslim karena mereka hanya berserah diri kepada Tuhan, memberikan firman dan menegakkan agama Allah. Demikian pula dalam surah Al-Imran dalam Al-Qur'an,
Para Hawariyyin (sahabat-sahabat setia) berkata kepada Isa: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri." (Al-Imran 3:52)
Umat Muslim meyakini bahwa Allah adalah zat kekal, yang memiliki semua sifat ke-Maha-an, tidak tertandingi, mandiri, tidak melahirkan dan tidak pula diperanakkan, mereka meyakini doktrin Ketauhidan (Monotoisme).
Muslim selalu melakukan shalat lima kali dalam sehari sebagai kewajiban dalam agama (fardhu / Wajib), lima waktu salat ini adalah Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya dan ada juga salat khusus pada hari Jumat yang disebut sebagai Shalat Jumat.

Pengertian Islam: Etimologis

Secara etimologis (asal-usul kata, lughawi) kata “Islam” berasal dari bahasa Arab: salima yang artinya selamat. Dari kata itu terbentuk aslama yang artinya menyerahkan diri atau tunduk dan patuh. Sebagaimana firman Allah SWT,


“Bahkan, barangsiapa aslama (menyerahkan diri) kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati” (Q.S. 2:112).

Dari kata aslama itulah terbentuk kata Islam. Pemeluknya disebut Muslim. Orang yang memeluk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah dan siap patuh pada ajaran-Nya.

Hal senada dikemukakan Hammudah Abdalati. Menurutnya, kata “Islam” berasal dari akar kata Arab, SLM (Sin, Lam, Mim) yang berarti kedamaian, kesucian, penyerahan diri, dan ketundukkan. Dalam pengertian religius, menurut Abdalati, Islam berarti "penyerahan diri kepada kehendak Tuhan dan ketundukkan atas hukum-Nya" (Submission to the Will of God and obedience to His Law).

Hubungan antara pengertian asli dan pengertian religius dari kata Islam adalah erat dan jelas. Hanya melalui penyerahan diri kepada kehendak Allah SWT dan ketundukkan atas hukum-Nya, maka seseorang dapat mencapai kedamaian sejati dan menikmati kesucian abadi.
            Ada juga pendapat, akar kata yang membentuk kata “Islam” setidaknya ada empat yang berkaitan satu sama lain.
1.      Aslama. Artinya menyerahkan diri. Orang yang masuk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah SWT. Ia siap mematuhi ajaran-Nya.
2.      Salima. Artinya selamat. Orang yang memeluk Islam, hidupnya akan selamat.
3.      Sallama. Artinya menyelamatkan orang lain. Seorang pemeluk Islam tidak hanya menyelematkan diri sendiri, tetapi juga harus menyelamatkan orang lain (tugas dakwah atau ‘amar ma’ruf nahyi munkar).
4.      Salam. Aman, damai, sentosa. Kehidupan yang damai sentosa akan tercipta jika pemeluk Islam melaksanakan asalama dan sallama.

Pengertian Islam: Terminologis

Secara terminologis (istilah, maknawi) dapat dikatakan, Islam adalah agama wahyu berintikan tauhid atau keesaan Tuhan yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya yang terakhir dan berlaku bagi seluruh manusia, di mana pun dan kapan pun, yang ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.

Cukup banyak ahli dan ulama yang berusaha merumuskan definisi Islam secara terminologis. KH Endang Saifuddin Anshari mengemukakan, setelah mempelajari sejumlah rumusan tentang agama Islam, lalu menganalisisnya, ia merumuskan dan menyimpulkan bahwa agama Islam adalah:
·    Wahyu yang diurunkan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada segenap umat manusia sepanjang masa dan setiap persada.
·   Suatu sistem keyakinan dan tata-ketentuan yang mengatur segala perikehidupan dan penghidupan asasi manusia dalam pelbagai hubungan: dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lainnya.
·    Bertujuan: keridhaan Allah, rahmat bagi segenap alam, kebahagiaan di dunia dan akhirat.
·        Pada garis besarnya terdiri atas akidah, syariatm dan akhlak.
·    Bersumberkan Kitab Suci Al-Quran yang merupakan kodifikasi wahyu Allah SWT sebagai penyempurna wahyu-wahyu sebelumnya yang ditafsirkan oleh Sunnah Rasulullah Saw.n





Refrensi
      Buku:
[1] Razak Nazruddin, Dienul Islam, Al-Ma’arif Bandung, 1989, hlm. 56-57.
[2] Hammudah Abdalati, Islam in Focus, American Trust Publications Indianapolis-Indiana, 1975, hlm. 7.
[3] Endang Saifuddin Anshari, Kuliah Al-Islam, Pusataka Bandung, 1978, hlm. 46.

      Internet :
[1] Pengertian Islam (2013).http://inilahrisalahislam.blogspot.com diunduh pada tanggal 22-03-2014
[5] Muslim (2013).http://id.wikipedia.org/wiki 22-03-2014

Senin, 10 Maret 2014

Human diverties 1 ; Language



Language and Communication
This chapter introduces students to the study of linguistics.  It discusses the differences between animal and human communication, the basic categories and definitions used to study language, and the many ways in which language, culture, and social action intersect.

Introduction
t  Language is our primary means of communication.
t  Language is transmitted through learning, as part of enculturation.
t  Language is based on arbitrary, learned associations between words and the things they represent.
t  Only humans have the linguistic capacity to discuss the past and future in addition to the present.
t  Anthropologists study language in its social and cultural context.

Call Systems
t  Call systems consist of a limited number of sounds that are produced in response to specific stimuli (e.g. food or danger)
t  Calls cannot be combined to produce new calls.
t  Calls are reflexive in that they are automatic responses to specific stimuli.
t  Although primates use call systems, their vocal tract is not suitable for speech.



Sign language
t  A few nonhuman primates have been able to learn to use American Sign Language (ASL).
t  Washoe, a chimpanzee, eventually acquired a vocabulary of over 100 ASL signs.
t  Lucy, another chimpanzee, lived in a foster family until she was introduced to the “wild” where she was killed by poachers.
t  Koko, a gorilla, regularly uses 400 ASL signs and has used 700 at least once.
t  These nonhuman primates have displayed some “human-like” capacities with ASL.
t  Joking and lying
t  Cultural transmission: they have tried to teach ASL to other animals
t  Productivity: they have combined two or more signs to create a new expressions
t  Displacement: the ability to talk about things that are not present
t  The experiments with ASL demonstrate that chimps and gorillas have a rudimentary capacity for language.
t  It is important to remember that these animals were taught ASL by humans. 
t  There are no known instances where chimps or gorillas in the wild have developed a comparable system of signs on their own.

The origin Of language
t  The human capacity for language developed over hundreds of thousands of years, as call systems were transformed into language.
t  Language is a uniquely effective vehicle for learning that enables humans to adapt more rapidly to new stimuli than other primates.

NonVerbal communication
t  Kinesics is the study of communication through body movements, stances, gestures and facial expressions.
t  Odors also play an important role in nonverbal communication.

The structure Of Language
t  The scientific study of spoken language involves several levels of organization: phonology, morphology, lexicon, and syntax.
t  Phonology is the study of the sounds use in speech.
t  Morphology studies the forms in which sounds are grouped in speech.
t  A language’s lexicon is a dictionary containing all of the smallest units of speech that have a meaning (morpheme).
t  Syntax refers to the rules that order words and phrases into sentences.

Speech Sounds
t  In any given language, phonemes are the smallest sound contrasts that distinguish meaning (they carry no meaning themselves).
t  Phones are the sounds made by humans that might act as phonemes in any given language.
t  Phonetics is the study of human speech sounds, phonemics is the study of phones as they act in a particular language.
t  Phonemics studies only the significant sound contrasts of a given language.



Language, Thought, and Culture
t  Chomsky argues that the universal grammar is finite, and the fact that any language is translatable to any other language is taken to be evidence supporting this claim.
t  The Sapir-Whorf Hypothesis: Sapir and Whorf are described as early advocates of the view that different languages imply different ways of thinking (e.g., Palaung vs. English, Hopi speculative tense).

Focal  Vocabulary
t  Lexical elaboration that corresponds to an activity or item that is culturally central is called a focal vocabulary.
t  It is argued that, while language, thought, and culture are interrelated, change is more likely to move from culture to language, rather than the reverse.
t  Focal Vocabulary for Hockey

Meaning :
t  Semantics “refers to a language’s meaning system.”
t  Ethnoscience, or ethnosemantics, is the study of linguistic categorization of difference, such as in classification systems, taxonomies, and specialized terminologies (such as astronomy and medicine).









Refrensi : binusmaya.binus.ac.id